Kontroversi rasisme yang melibatkan G-Dragon, leader BIGBANG, paling banyak menyita perhatian di K-Snapp global untuk periode 1–7 Mei.
Pada 2 Mei, G-Dragon tampil di konser K-SPARK di Makau dengan mengenakan kostum bertuliskan dalam bahasa Belanda “RONNY, EEN GEILE NEGER__ JONGEN”. Kostum tersebut memuat istilah yang merujuk pada orang kulit hitam, yang kini secara internasional diakui sebagai ungkapan bersifat rasis dan menghina, sehingga menimbulkan masalah.
Penampilan G-Dragon dengan kostum tersebut menyebar cepat di media sosial, dan menuai kritik dari para penggemar di dalam maupun luar negeri. Sebagian penggemar juga menuntut klarifikasi resmi.
Seiring membesarnya kontroversi, pada 4 Mei, agensi Galaxy Corporation menyampaikan permintaan maaf melalui pernyataan resmi, “Kami dengan tulus meminta maaf karena kostum panggung sang artis memuat frasa yang tidak pantas dalam konteks sosial dan budaya.” Mereka menambahkan, “Kejadian ini kembali menyadarkan kami akan pentingnya kepekaan budaya dan pra-peninjauan,” seraya menyatakan akan memperketat prosedur verifikasi internal ke depan.
Sementara itu, menyusul G-Dragon, Eunseok dari grup RIIZE memicu kontroversi setelah, dalam rangka memperingati Hari Anak, ia mengunggah foto masa kecilnya di platform komunikasi dengan penggemar dan menyertakan frasa “깜둥이 은석”. Setelah kemudian menghapus frasa tersebut, Eunseok menundukkan kepala dan berkata, “Saya menggunakan ungkapan yang keliru saat mengirimkan foto masa kecil saya.”