K-SNAPP

‘Biksu dan Tamu’ memulai perjalanan latihan di India… Biksu Beopryun: “Perjalanan sekaligus latihan”

Tunawisma di jalan tepat di sisi hotel bintang lima… realitas India yang kontras

Biksu dan Tamu, Biksu Beopryun, Noh Hong-chul, Lee Sang-yoon, Lee Joo-bin, Lee Ki-taek, India, hotel, latihan spiritual, mengemis, tunawisma
Foto: SBS 'Beopryun Road : Biksu dan Tamu'
Biksu dan Tamu, Biksu Beopryun, Noh Hong-chul, Lee Sang-yoon, Lee Joo-bin, Lee Ki-taek, India, hotel, latihan spiritual, mengemis, tunawisma
Biksu dan Tamu, Biksu Beopryun, Noh Hong-chul, Lee Sang-yoon, Lee Joo-bin, Lee Ki-taek, India, hotel, latihan spiritual, mengemis, tunawisma
Biksu dan Tamu, Biksu Beopryun, Noh Hong-chul, Lee Sang-yoon, Lee Joo-bin, Lee Ki-taek, India, hotel, latihan spiritual, mengemis, tunawisma
Biksu dan Tamu, Biksu Beopryun, Noh Hong-chul, Lee Sang-yoon, Lee Joo-bin, Lee Ki-taek, India, hotel, latihan spiritual, mengemis, tunawisma
Biksu dan Tamu, Biksu Beopryun, Noh Hong-chul, Lee Sang-yoon, Lee Joo-bin, Lee Ki-taek, India, hotel, latihan spiritual, mengemis, tunawisma
Biksu dan Tamu, Biksu Beopryun, Noh Hong-chul, Lee Sang-yoon, Lee Joo-bin, Lee Ki-taek, India, hotel, latihan spiritual, mengemis, tunawisma
Biksu dan Tamu, Biksu Beopryun, Noh Hong-chul, Lee Sang-yoon, Lee Joo-bin, Lee Ki-taek, India, hotel, latihan spiritual, mengemis, tunawisma
Foto: SBS 'Beopryun Road : Biksu dan Tamu'

Variety SBS Beopryun Road : Biksu dan Tamu menayangkan perjalanan perdana yang istimewa di India, meninggalkan kesan mendalam bagi pemirsa di rumah.

Episode perdana yang tayang pada 19 Mei menampilkan Noh Hong-chul, Lee Sang-yoon, Lee Joo-bin, dan Lee Ki-taek yang tiba di Kolkata, India, atas undangan Biksu Beopryun. Mereka berangkat tanpa informasi pendahuluan, dan tidak bisa menyembunyikan keterkejutan melihat suasana jalanan yang tetap ramai hingga dini hari serta banyaknya tunawisma di berbagai sudut.

Namun penginapan mereka ternyata hotel bintang lima, bahkan disediakan satu kamar untuk satu orang—sebuah kenyamanan yang di luar dugaan. Noh Hong-chul melontarkan candaan, “Sang biksu hidup sederhana, tapi stasiun TV sepertinya sangat royal pakai uang,” yang memicu tawa. Biksu Beopryun menjelaskan, “Hari pertama kami sengaja menyiapkan agar para tamu bisa beradaptasi dengan nyaman.”

Keesokan paginya, para member bertemu Biksu Beopryun untuk pertama kalinya di restoran. Dengan gaya akrab khasnya, Noh Hong-chul memanggil sang biksu “hyung” (abang). Menanggapi itu, Biksu Beopryun berseloroh, “Syukurlah kamu tidak memanggilku ‘adik’,” membuat suasana cair oleh tawa.

Tujuan perjalanan kali ini jelas. Biksu Beopryun berkata, “India adalah tempat dengan cara hidup yang berbeda dari kita,” seraya menambahkan, “Ini akan menjadi kesempatan untuk menoleh ke diri sendiri tentang bagaimana seharusnya kita hidup.” Ia memperkenalkan konsep “perjalanan sekaligus latihan,” menekankan bahwa selain menikmati pemandangan luar, penting juga untuk menengok emosi dan batin sendiri.

Untuk itu, para member mendapat misi ‘barang’—hanya boleh membawa perbekalan seminimal mungkin dalam tas kecil—agar melepas kemelekatan dan bergerak dengan sederhana. Meski awalnya kebingungan, satu per satu mereka merapikan bawaan dan mulai menyesuaikan diri dengan perjalanan.

Begitu keluar dari hotel, realitas lain tersaji. Tepat di samping bangunan-bangunan megah, tampak tunawisma dan anak-anak yang mengemis hidup berdampingan. Lee Joo-bin mengaku, “Kalau bertatapan mata, saya tidak tahu harus bagaimana,” mengekspresikan perasaan yang campur aduk.

Menanggapi itu, Biksu Beopryun berkata, “Bisa jadi seseorang bukan menjadi pengemis karena miskin, melainkan karena ada yang memberi,” melemparkan pemikiran yang melampaui sekadar rasa iba. Lee Joo-bin pun merenung, “Apakah keinginan untuk memberi juga bisa menjadi bentuk kemelekatan?”

Sementara itu, rating episode perdana Beopryun Road : Biksu dan Tamu mencatat 2,6% menurut Nielsen Korea. Program ini tidak hanya menyuguhkan tawa dan perjalanan, tetapi juga pertanyaan-pertanyaan yang mengajak pemirsa merefleksikan hidup di tengah lingkungan yang asing, sehingga meningkatkan antisipasi untuk perjalanan selanjutnya.