Di tengah dugaan perundungan di sekolah yang kembali mencuat terkait rapper Yang Hong-won, agensinya mengumumkan akan mengambil tindakan tegas terhadap penulis unggahan yang menuduhnya.
Pada 22 Juni, agensi Yang Hong-won, AP Alchemy, melalui akun resmi media sosialnya menyampaikan sikap terkait unggahan di komunitas daring baru-baru ini yang menuding adanya perundungan di sekolah. Seraya merilis foto-foto yang tampak menunjukkan pintu, jendela, dan cermin di dalam ruangan yang rusak, agensi menyatakan, "Tulisan terkait perundungan di sekolah yang diposting di komunitas memuat bagian-bagian yang tidak sesuai fakta, sehingga kami ingin meluruskannya."
Sebelumnya pada 16 Juni, sebuah komunitas daring memuat tulisan dari A yang mengaku pernah menjadi korban perundungan di sekolah oleh Yang Hong-won pada masa lalu. A mengklaim pernah bersekolah di SD, SMP, dan SMA yang sama dengan Yang Hong-won, dan menulis, "Sudah saatnya membalas kejadian pemukulan yang saya alami saat kelas 6 SD serta di masa SMP dan SMA." Ia juga menyatakan, "Sudah 16 tahun berlalu, tapi trauma dan keinginan untuk membalas masih ada," seraya meminta Yang Hong-won untuk menghubunginya.
Dalam unggahan lanjutan, A mengaku telah mendatangi studio dan kantor Yang Hong-won namun gagal menghubunginya, meninggalkan nomor telepon, lalu justru dilaporkan dengan tuduhan penguntitan. Namun pihak AP Alchemy membantah penjelasan tersebut sebagai tidak sesuai fakta.
Agensi menyatakan, "Sejak sebelum menulis unggahan, A terus-menerus mengirim pesan bernada ancaman kepada artis dan keluarganya," seraya menambahkan, "Pada larut malam, A merusak pintu studio artis, masuk tanpa izin, dan memecahkan cermin di dalamnya, sehingga menimbulkan kerusakan barang." Agensi melanjutkan, "A juga mengirimkan video saat merusak studio kepada keluarga artis sambil menyatakan siap menerima hukuman pidana, bahkan mengisyaratkan akan merusak studio lain dan melakukan tindakan lanjutan." Atas dasar itu, mereka menambahkan bahwa A telah dilaporkan dengan tuduhan penguntitan, pengancaman, penerobosan tempat tinggal, serta perusakan barang.
Pihak Yang Hong-won menyatakan bahwa terlepas dari benar tidaknya dugaan perundungan di sekolah, aksi masuk ke studio dan perusakan tidak bisa ditoleransi. Agensi menegaskan, "Terlepas dari kebenaran rumor perundungan di sekolah yang menimpa artis kami, tindakan kriminal seperti ini tidak dapat diterima," seraya menambahkan akan menanggapi secara tegas hinaan bermuatan jahat dan rumor tak berdasar yang ditujukan kepada artis beserta keluarganya.
Yang Hong-won sebelumnya juga pernah terseret kontroversi perundungan di sekolah. Pada 2017, saat tampil di program Mnet High School Rapper, muncul unggahan dari pihak yang mengaku korban sehingga polemik meluas; setelahnya, Yang Hong-won mengakui kesalahan masa lalunya melalui siaran dan menyampaikan permintaan maaf.
Dengan adanya pembeberan terbaru serta langkah hukum dari agensi, kontroversi seputar Yang Hong-won kembali mencuat. Di luar dugaan perundungan di sekolah, klaim soal penerobosan dan perusakan studio turut menyeruak, sehingga perhatian kini tertuju pada proses penyelidikan dan putusan hukum ke depan.