K-SNAPP

Dopamin gila-gilaan… ‘Manitto Club’, kejar-kejaran yang bikin nagih sejak episode perdana

Siapa sangka mengantar hadiah bisa bikin keringetan

Manitto, Klub, Jennie, Dex, Choo Sung-hoon, Lee Soo-ji, Noh Hong-chul, Kejar-kejaran, Hadiah, Pengantaran
Foto: MBC 'Manitto Club'
Manitto, Klub, Jennie, Dex, Choo Sung-hoon, Lee Soo-ji, Noh Hong-chul, Kejar-kejaran, Hadiah, Pengantaran
Manitto, Klub, Jennie, Dex, Choo Sung-hoon, Lee Soo-ji, Noh Hong-chul, Kejar-kejaran, Hadiah, Pengantaran
Manitto, Klub, Jennie, Dex, Choo Sung-hoon, Lee Soo-ji, Noh Hong-chul, Kejar-kejaran, Hadiah, Pengantaran
Manitto, Klub, Jennie, Dex, Choo Sung-hoon, Lee Soo-ji, Noh Hong-chul, Kejar-kejaran, Hadiah, Pengantaran
Manitto, Klub, Jennie, Dex, Choo Sung-hoon, Lee Soo-ji, Noh Hong-chul, Kejar-kejaran, Hadiah, Pengantaran
Manitto, Klub, Jennie, Dex, Choo Sung-hoon, Lee Soo-ji, Noh Hong-chul, Kejar-kejaran, Hadiah, Pengantaran
Manitto, Klub, Jennie, Dex, Choo Sung-hoon, Lee Soo-ji, Noh Hong-chul, Kejar-kejaran, Hadiah, Pengantaran
Manitto, Klub, Jennie, Dex, Choo Sung-hoon, Lee Soo-ji, Noh Hong-chul, Kejar-kejaran, Hadiah, Pengantaran
Manitto, Klub, Jennie, Dex, Choo Sung-hoon, Lee Soo-ji, Noh Hong-chul, Kejar-kejaran, Hadiah, Pengantaran
Manitto, Klub, Jennie, Dex, Choo Sung-hoon, Lee Soo-ji, Noh Hong-chul, Kejar-kejaran, Hadiah, Pengantaran
Foto: MBC 'Manitto Club'

Sejak episode perdana, kadar dopamin langsung dipompa. Variety baru MBC Manitto Club menuntaskan episode 1 bak film mata-mata: aturan sederhana ‘sembunyikan identitas + kirim hadiah’ dipadu dengan kejar-kejaran, penyamaran, hingga adu psikologi. Misi ‘beri hadiah tapi jangan ketahuan’ seketika mengubah para member menjadi agen undercover, dan sejak awal komentar seperti “Kok kombinasi ini bisa jadi genre begini?” pun bermunculan.

Dalam tayangan tanggal 1, Manitto Club menghadirkan Jennie, Dex, Choo Sung-hoon, Noh Hong-chul, dan Lee Soo-ji sebagai anggota baru yang langsung terjun ke misi tanpa saling mengetahui wajah. Dengan world-building “komunitas orang yang tahu berbagi ketika menerima satu”, ditambah role seperti Santa, Genie, dan Ureonggaksi (pengantin siput dari dongeng Korea), program variety ini pun terasa punya lapisan narasi yang unik.

Cara mencocokkan manitto juga mirip gim. Nomor diundi lewat ‘random gacha’, lalu hewan pada nomor setelahku otomatis menjadi manitto. Saat kelimanya masuk ‘mode hewan’ untuk saling mengintai, alur acaranya sengaja dibuat agak serampangan(?) sehingga makin lucu. Di proses ini, momen ketika PD Kim Tae-ho berkali-kali seolah ‘mengekspos diri’ sebagai agen markas pun pecah, membuat suasana makin ringan.

Petunjuk untuk menebak identitas lawan diberikan berurutan: ‘foto bagian tubuh → komentar terbaik → puzzle’. Di sini muncul twist. Lee Soo-ji mengenali Jennie hanya dari satu titik tahi lalat di alis, membuat penonton terkejut. Jennie sempat terdiam membaca petunjuk komentar “wajah bidadari, badan penebang kayu”, tapi lewat puzzle ia memastikan Dex adalah manitto-nya dan langsung masuk mode kompetisi. Sebaliknya, Choo Sung-hoon terjebak di jurang deduksi, bergulat lebih dari dua jam dengan puzzle, dan meski akhirnya benar, ia masih sempat bertanya sekali lagi, “Siapa?”—jadi tombol tawa besar.

Gim utamanya dimulai dari pengantaran hadiah. Begitu pengumuman singkat “yang pertama mengantar hadiah dapat benefit” turun, program seketika berubah genre menjadi variety kejar-kejaran. Jennie, yang tipe perencana, menyiapkan vitamin dan kudapan ‘mencari nama’, menarget tepat nama asli Dex, ‘Jin-young’, dengan jeli. Dex, mempertimbangkan gaya hidup Choo Sung-hoon, memilih adu depan-depanan dengan minuman protein. Lee Soo-ji membawa boneka Rudolph sarat rasa fandom dan mengeluarkan jurus ‘penyamaran Santa’, sementara Noh Hong-chul tak ragu riset selera hingga menempuh jarak jauh, menancapkan eksistensinya sebagai “si detail”.

Puncaknya adalah “gim lintasan” Jennie vs. Dex yang serba nyaris. Begitu Jennie menangkap posisi Dex dan bergerak, alurnya berlanjut ke operasi pengantaran di gym yang bikin tegang bak film spionase. Dex menunjukkan daya gerak meledak khas mantan UDT (pasukan khusus AL Korea), lalu sukses jadi pengantar pertama dengan strategi ‘bel-twi’ (tekan bel lalu kabur): menaruh hadiah di depan kamar hotel lalu kabur. Raut puas Dex saat menyaksikan reaksi Choo Sung-hoon menerima hadiah secara real time menutup episode perdana dengan ‘ending dopamin’.

Menjelang akhir, markas mengumumkan panggilan darurat bersamaan dengan teaser pertemuan pertama para member, dan kemungkinan “babak kejar-kejaran jilid 2” Jennie vs. Dex pun dipasang, membuat rasa penasaran untuk episode berikutnya melonjak. Fakta bahwa “satu menit terbaik” versi survei rating—2,8% menurut Nielsen Korea—jatuh pada adegan kejar-kejaran dan bel-twi juga menegaskan apa yang dianggap tim produksi sebagai kill point utama.