K-SNAPP

'Siwon Super Junior' unggah di media sosial: '불의필망 토붕와해'… apa maknanya?

Waktu unggahnya...

Choi Siwon, Instagram, 불의필망, 토붕와해, Yoon Suk Yeol, persidangan, pemberontakan, politis
Foto: Instagram Choi Siwon

Unggahan beruntun di media sosial oleh Choi Siwon, anggota grup Super Junior sekaligus aktor, berupa frasa peribahasa hanja, dengan cepat menyebar di dunia maya dan memicu beragam tafsir.

Pada tanggal 19 lalu, Choi Siwon memposting gambar bertuliskan peribahasa empat huruf di Instagram Story-nya. Dalam waktu singkat, teksnya beberapa kali berubah, dan pada akhirnya tersisa gambar bertuliskan 불의필망(不義必亡) dan 토붕와해(土崩瓦解).

Pada awalnya muncul tulisan 불가사의(不可思議) lalu dihapus. Setelah itu hanya 불의필망 yang diunggah sendiri, kemudian kembali dihapus. Terakhir, ketika 불의필망 ditambah dengan 토붕와해, bermunculan tafsir bahwa unggahan itu menyiratkan pesan lebih dari sekadar berbagi peribahasa.

'불의필망' diartikan "jika bertindak tidak benar/aniaya, pasti binasa", sedangkan '토붕와해' dimaknai "runtuh total bagaikan tanah yang ambruk dan genting yang tercerai-berai". Ketika kedua ungkapan ini dipakai berdampingan, ada peluang untuk membacanya sebagai peringatan bahwa kebatilan dan ketidakadilan pada akhirnya bisa berujung pada keruntuhan sebuah tatanan, sehingga menarik perhatian.

Khususnya, unggahan tersebut dibagikan daring dengan judul "Instagram Choi Siwon setelah putusan mantan presiden Yoon Suk Yeol", sehingga nuansa politis kian ditambahkan. Pada hari yang sama, bertepatan dengan kemunculan unggahan tak lama setelah Yoon Suk Yeol, mantan presiden yang didakwa sebagai pimpinan pemberontakan terkait peristiwa darurat militer 3 Desember (12·3), dijatuhi hukuman penjara seumur hidup pada persidangan tingkat pertama, sebagian kalangan berspekulasi bahwa Choi Siwon menyatakan sikapnya secara tidak langsung.

Respons komentar pun terbelah. Sebagian pengguna menulis reaksi seperti "pesannya kuat", "menguatkan", sementara yang lain mengajukan nada hati-hati dengan mengatakan, "apa pun niatnya, bisa menimbulkan salah paham". Namun, Choi Siwon belum menambahkan penjelasan apa pun terkait unggahan tersebut.

Unggahan Choi Siwon itu juga memunculkan kembali kasus di masa lalu. Pada September tahun lalu, ia sempat membagikan unggahan bernada belasungkawa atas wafatnya aktivis politik konservatif Amerika, Charlie Kirk, namun menghapusnya setelah kontroversi membesar. Kemudian melalui kanal komunikasi dengan penggemar, ia menjelaskan bahwa "terlepas dari kecenderungan politik, peristiwa tewas tertembak saat memberi kuliah itu sendiri adalah tragedi, sehingga saya berbelasungkawa".