K-SNAPP

Sutradara 'Humint' menanggapi kritik atas adegan perdagangan manusia: "Masukan itu saya terima dengan syukur"

Kontroversi soal stiker peringkat

Ryu Seung-wan, Humint, perdagangan manusia, kritik, wawancara
Foto: NEW, film 'Humint'
Ryu Seung-wan, Humint, perdagangan manusia, kritik, wawancara
Foto: NEW

Sutradara Ryu Seung-wan menyatakan sikapnya terkait adegan perdagangan manusia dalam film Humint.

Humint adalah film aksi mata-mata berlatar Vladivostok yang mengisahkan konflik para agen rahasia, sekaligus penutup dari trilogi lokasi syuting luar negeri garapan Ryu Seung-wan. Karya ini menyorot pertarungan sengit antara agen rahasia Korea Selatan dan Korea Utara di wilayah perbatasan.

Namun setelah rilis, sebagian penonton menyampaikan rasa tidak nyaman terhadap adegan terkait perdagangan manusia. Menanggapi hal itu, pada tanggal 20 di sebuah lokasi di Seoul, Ryu menyatakan melalui wawancara, "Saya berterima kasih atas masukan itu dan akan lebih banyak belajar."

Ryu mengatakan bahwa sejak Berlin ia telah melakukan riset mengenai peristiwa yang terjadi di kawasan perbatasan, dan menegaskan bahwa kenyataan di lapangan kerap lebih brutal daripada yang ditampilkan di film. Ia juga menekankan bahwa para staf berupaya menghindari sudut pandang yang sensasional atau eksploitatif, seraya menjelaskan, "Fokusnya adalah menampilkan sistem yang masih terjadi hingga kini."

Meski begitu, kritik sebagian penonton membuatnya merasa "harus lebih berhati-hati," dan ia menyampaikan niat untuk memikirkan lebih jauh bersama tim produksi dengan mempertimbangkan sudut pandang penonton.

Sementara itu, Humint hingga kini telah menarik 1,33 juta penonton dan terus meraih sukses. Film ini dibintangi sederet aktor populer seperti Jo In-sung, Park Jung-min, Park Hae-joon, dan Shin Se-kyung. Usai perilisan, sejumlah komentar seperti "Kenapa harus menaruh orang yang masih hidup di dalam kaca itu?", "Apa mereka sedang mengklasifikasikan manusia?", dan "Apa maksudnya stiker peringkat itu?" turut menjadi sorotan.