K-SNAPP

Jeon Hyun-moo minta maaf atas ucapan 'kalppang' tentang polisi gugur: "Saya merasa tanggung jawab yang berat"

Seharusnya lebih berhati-hati.

Jeon Hyun-moo, Permintaan maaf, Disney+, Unmyeong Jeonjaeng 49, Polisi
Foto: Disney+ 'Unmyeong Jeonjaeng 49'

Pembawa acara Jeon Hyun-moo menyampaikan permintaan maaf setelah menerima kritik karena mengucapkan komentar yang dianggap tidak pantas terkait penyebab kematian seorang polisi yang gugur dalam program hiburan Disney+ Unmyeong Jeonjaeng 49.

Agensi Jeon Hyun-moo, SM C&C, pada tanggal 23 menyatakan melalui pernyataan resmi, "Kami merasakan tanggung jawab yang besar atas luka yang mungkin telah ditimbulkan kepada almarhum dan keluarga yang ditinggalkan akibat sebagian ungkapan yang digunakan dalam siaran tersebut," seraya menambahkan, "Apa pun konteksnya, kami seharusnya lebih berhati-hati ketika menyebut almarhum."

Mereka melanjutkan, "Dalam proses merangkum perkataan salah satu peserta, Jeon Hyun-moo mengutip beberapa kata secara langsung dan tidak cukup mempertimbangkan kepantasan ekspresinya," sambil menekankan, "Ia menerima dengan berat hati bahwa hal itu membuatnya gagal menunjukkan rasa hormat yang layak kepada almarhum." 

Kontroversi ini bermula dari episode 2 Unmyeong Jeonjaeng 49. Saat itu, seorang dukun tengah menalar penyebab kematian Sersan Polisi (alm.) Lee Jae-hyun dan berkata, "Bukankah orang biasa menyebut ditusuk pisau sebagai 'kalppang' (slang untuk penusukan)? Saya juga melihat ada penusukan," yang kemudian menjadi pusat polemik. Menanggapi itu, Jeon Hyun-moo berkata, "Seorang yang berseragam kena 'kalppang'? Itu terlalu langsung, ya?". Terkait hal tersebut, Asosiasi Tempat Kerja Kepolisian Nasional, organisasi alternatif dari serikat polisi, mengecam keras, dengan menyatakan, "Kami menyampaikan kemarahan dan keprihatinan mendalam terhadap tindakan tidak masuk akal para pengisi acara dan tim produksi yang merendahkan pengorbanan seorang pegawai negeri yang gugur saat menangkap pelaku kejahatan dengan menggunakan kata gaul kasar 'kalppang' dan menjadikannya bahan lelucon."