K-SNAPP

Kim Dong-wan memerankan tokoh antagonis... mempromosikan karya baru di Achim Madang di tengah polemik "legalisasi prostitusi"

Sang sutradara memuji kepribadiannya

Kim Dong-wan, Achim Madang, pekerja, Chohon, Uri-deurui Nore, honor
Foto: KBS1 'Achim Madang'

Anggota grup Shinhwa sekaligus aktor Kim Dong-wan memicu kontroversi setelah meninggalkan pernyataan tentang legalisasi prostitusi di media sosial, sementara ia muncul di program budaya KBS1 Achim Madang untuk mempromosikan filmnya.

Dalam segmen 'Undangan Selasa' Achim Madang yang tayang pada tanggal 24, sutradara Jo Jung-rae, yang menyutradarai film Chohon, Uri-deurui Nore, tampil bersama Kim Dong-wan dan membagikan kisah di balik pembuatan karya tersebut.

Mengenai alasan memilih pemeran antagonis, sutradara Jo Jung-rae berkata, "Kepribadian Kim Dong-wan dalam keseharian diakui semua orang, tapi saya penasaran kekuatan seperti apa yang akan muncul jika ia memerankan tokoh jahat," seraya mengenang, "Ia bahkan tidak menanyakan honor dan langsung bilang akan melakukannya, jadi saya sangat berterima kasih." Menanggapi hal ini, Kim Dong-wan berkata sambil tersenyum, "Takut disalahpahami, saya jelaskan bahwa saya biasanya sangat sensitif soal honor," lalu menambahkan, "Karena sutradara adalah kreator yang mengangkat pesan-pesan sosial, saya merasa sudah bermakna hanya dengan bisa berkarya bersama."

Kim Dong-wan mengatakan ia berperan sebagai villain yang menekan aktivitas solidaritas mahasiswa dalam film tersebut, seraya merendah, "Peran saya bukan peran besar. Saya hanya salah satu dari banyak tokoh antagonis." Ia melanjutkan, "Ini adalah karya yang memuat momen-momen solidaritas membara yang diciptakan oleh kelompok soripae, para pekerja, dan para mahasiswa, sehingga orang yang sebelumnya tak tertarik pun bisa dibuat menangis," tuturnya. Sutradara Jo Jung-rae juga memuji aktingnya, mengatakan, "Begitu syuting dimulai, saya kaget karena karakternya sangat cocok dengannya."

Di sisi lain, terlepas dari promosi film, pernyataan terbaru Kim Dong-wan menjadi pemantik polemik. Sebelumnya, melalui Threads, Kim Dong-wan menyampaikan pandangannya yang mendukung legalisasi prostitusi dengan mengatakan, "Saat mencoba meniadakan kawasan hiburan malam, justru seluruh negeri berubah menjadi kawasan hiburan," dan berpendapat, "Kita harus mengakui realitas dan mengelolanya," yang kemudian menuai kecaman publik. Saat kritik semakin memuncak, Kim Dong-wan menjelaskan, "Inti kekhawatiran adalah masuknya anak di bawah umur, struktur ilegal, dan masalah pengendalian penyakit," seraya menambahkan, "Sikap yang menutup mata terhadap realitas adalah bentuk penghindaran tanggung jawab." Namun, perdebatan belum mereda.