Sejumlah lembaga penggalangan dana utama di Korea diduga membocorkan data pribadi para donatur, sehingga menimbulkan kontroversi besar.
Pada 6 Maret, menurut Kementerian Dalam Negeri dan Keamanan serta industri terkait, Love Fruit (Community Chest of Korea) dan Hope Bridge (Asosiasi Bantuan Bencana Nasional) menayangkan di situs resmi mereka berkas laporan keuangan yang memuat nama asli dan nomor registrasi penduduk para donatur, apa adanya.
Dipahami bahwa daftar tersebut mencakup sekitar 600 orang, termasuk tokoh penting di kalangan politik dan bisnis serta selebritas terkenal, yang menyumbang setidaknya 20 juta won (sekitar Rp230 juta).
Di sisi lain, hal ini memunculkan kekhawatiran akan potensi kerugian lanjutan melalui pemanfaatan berkas tersebut.
Pihak Love Fruit menyatakan, "Dalam proses memublikasikan laporan keuangan, sebuah berkas yang belum melalui proses de-identifikasi data pribadi terunggah secara keliru," seraya menambahkan bahwa mereka tengah mengambil langkah cepat sebagai respons.