Seorang YouTuber dengan 960 ribu pelanggan yang menyebarkan informasi palsu di internet seolah-olah banyak jenazah yang telah dirusak ditemukan di Korea, telah dilimpahkan ke kejaksaan.
Menurut polisi pada tanggal 5, Unit Investigasi Siber Kepolisian Metropolitan Seoul pada 13 bulan lalu melimpahkan tanpa penahanan seorang pria berusia 30-an berinisial A, dikenal sebagai YouTuber 한국인 선생님 대보짱(韓国人先生デボちゃん) dengan sekitar 960 ribu pelanggan, atas dugaan pelanggaran Undang-Undang Dasar Telekomunikasi.
A diduga mengunggah pada Oktober 2025 sebuah video di kanal YouTube-nya yang menyatakan bahwa kejahatan serius sedang terjadi di Korea. Dalam video itu, A mengklaim, "Di Korea ada 37 kasus penemuan jenazah yang hanya bagian tubuh bawahnya, dan kasus yang diselidiki secara tertutup mencapai 150," serta menyebut, "Jumlah orang hilang di Korea Selatan mencapai 80 ribu," dan lain-lain, yang belum terverifikasi.
Video yang diunggah A juga memuat klaim bahwa setelah masuk tanpa visa, pelaku kejahatan asal Tiongkok melakukan pembunuhan atau perdagangan organ di Korea. Namun polisi menilai isi tersebut sebagai informasi palsu yang tidak sesuai fakta.
Seiring membesarnya polemik, polisi memulai penyelidikan pada November di tahun yang sama dan memanggil A sebagai tersangka untuk menyelidiki latar belakang pembukaan kanal serta proses pembuatan video. Badan Kepolisian Nasional disebut telah memerintahkan Kepolisian Metropolitan Seoul untuk menyelidiki tindakan pengunggahan video tersebut karena dianggap sebagai isu serius yang dapat merugikan kepentingan nasional.
Setelah itu A menyatakan keberatannya melalui kanal YouTube miliknya. A berkilah, "Saya tidak bermaksud memicu perpecahan atau menyebarkan berita palsu," seraya menambahkan, "Saya hanya memperkenalkan informasi dan komentar yang ada di internet."