K-SNAPP

“Jangan benci lansia yang menonton video tanpa earphone” — pernyataan Han Seok-jun bikin ramai

Mengganggu di ruang publik vs mengutamakan kepedulian

Han Seok-jun, lansia, earphone, ruang publik, YouTube, pendapat, bantahan
Foto: Instagram Han Seok-jun, X Han Seok-jun

Di tengah berlanjutnya perdebatan online mengenai lansia yang menonton video ponsel tanpa earphone di ruang publik, komentar penyiar yang menjadi selebritas, Han Seok-jun, menjadi sorotan.

Kontroversi bermula dari unggahan yang ditulis Han Seok-jun di akun X (Twitter)-nya pada tanggal 4 lalu. Mengutip sebuah postingan berisi “Saat melihat lansia menonton YouTube tanpa earphone di tempat umum..”, ia menuliskan pendapat, “Tolong jangan terlalu membenci mereka. Bisa jadi mereka kesulitan mendengar lewat earphone.” Ia menambahkan, “Saya belum di usia itu, jadi kurang paham.” Unggahan tersebut cepat menyebar di dunia maya dan memicu perdebatan sengit di antara warganet yang pro dan kontra.

Mereka yang mengkritik menekankan etika dasar di ruang publik. Tanggapan mereka antara lain, “Hanya karena dirinya kurang mendengar bukan berarti boleh merugikan orang lain”, “Menyalakan video dengan volume keras di transportasi umum yang padat itu mengganggu”, dan “Video bisa ditonton dengan nyaman di rumah.” Sebagian lainnya berpendapat, “Kalau jarang naik transportasi umum, sulit merasakan realitanya,” sambil mengkritik pernyataan Han Seok-jun.

Di sisi lain, tak sedikit yang meminta pemahaman terhadap situasi para lansia. Mereka menyampaikan empati seperti, “Daya dengar melemah sehingga penggunaan earphone bisa lebih merepotkan,” dan “Mungkin mereka tidak tahu cara memakai earphone nirkabel.”

Pengaduan terkait hal ini ternyata juga tidak sedikit. Menurut Seoul Metro, dari Januari hingga April tahun lalu, terdapat total 2.734 pengaduan terkait kebisingan penggunaan ponsel di kereta bawah tanah. Isi pengaduan mencakup kasus seperti, “Di kursi prioritas ada yang menonton video dengan volume speaker keras sehingga berisik,” dan “Orang di bangku depan memutar ulang video dengan suara keras berulang-ulang hingga membuat tidak nyaman.”