K-SNAPP

Pihak Kim Soo-hyun: "Sedang mempertimbangkan comeback… pemulihan kehidupan sehari-hari jadi prioritas utama"

Kuasa hukum Kim Soo-hyun isyaratkan langkah perdata 'tegas' terhadap Kim Se-eui

Kim Soo-hyun, Kim Se-eui, Kim Sae-ron, informasi palsu, langkah hukum
Foto: tvN

Pihak aktor Kim Soo-hyun menyampaikan sikap hati-hati terkait rencana melanjutkan aktivitas ke depan, sekaligus menegaskan akan terus menempuh langkah hukum tegas terhadap Kim Se-eui, pimpinan kanal YouTube Garo Sero Research Institute, yang ditahan atas dugaan menyebarkan informasi palsu.

Pada 1 Juni, kuasa hukum Kim Soo-hyun, pengacara Go Sang-rok, hadir di program radio YTN Seulgiroun Radio Saenghwal. Menjawab pertanyaan soal rencana comeback Kim Soo-hyun, ia berkata, "Hal-hal rinci sedang dipertimbangkan dengan sangat hati-hati oleh agensi." Ia menambahkan, "Kami akan membantu sampai tuntas agar sang aktor dapat kembali berdiri di hadapan publik lewat karya." Go menegaskan, "Sang aktor mengalami kerugian besar akibat kejahatan siber, hingga kehormatan dan martabatnya nyaris dimusnahkan, dan kini kami sedang memulihkan nama baiknya," seraya menekankan, "Yang paling utama adalah kembalinya aktor pada kehidupan sehari-harinya." Ia lalu menambahkan, "Alih-alih terjebak pada angka 30 miliar won, yang lebih penting adalah terciptanya suasana hangat di masyarakat yang menyambut dan mendukung agar aktor bisa kembali ke posisinya semula, seiring kebenaran yang mulai terungkap."

Ia juga mengisyaratkan akan menuntut tanggung jawab perdata terhadap Kim Se-eui. Go berpendapat, "Sanksi pidana memang penting, tetapi sangat penting pula untuk memperoleh putusan hukum yang ketat melalui gugatan ganti rugi perdata." Ia menambahkan, "Agar kejahatan siber seperti ini tidak berulang, tanggung jawab perdata harus ditegakkan secara jelas," serta menekankan perlunya "tanggung jawab yang cukup berat sehingga pelaku tidak dapat mengulangi perbuatan yang sama."

Khususnya, Go menjelaskan bahwa jika tanggung jawab ganti rugi dalam jumlah besar diakui, aset pribadi Kim Se-eui saja mungkin tidak akan mampu menutupinya. Ia juga menyebut bahwa utang ganti rugi akibat perbuatan melawan hukum yang bermotif jahat berbeda sifatnya dengan utang biasa, sehingga sulit untuk dibebaskan atau dikurangi sekalipun menempuh proses kepailitan atau restrukturisasi utang pribadi.

Terkait tindakan Kim Se-eui yang mempublikasikan salinan permohonan penahanan terhadap dirinya, Go mengatakan, "Sangat jarang ada berkas permohonan penahanan yang melebihi 30 halaman," seraya menjelaskan, "Kami memahami bahwa kejaksaan dan kepolisian cukup percaya diri dalam membuktikan dugaan tindak pidana yang melibatkan Kim Se-eui dan para komplotan terkait."

Polemik ini berawal dari dugaan yang menyoroti mendiang Kim Sae-ron dan Kim Soo-hyun. Pada Maret 2024, saat tengah hiatus karena kasus DUI, Kim Sae-ron mengunggah foto berdua dengan Kim Soo-hyun di media sosialnya lalu menghapusnya sekitar tiga menit kemudian, sehingga memicu rumor kencan. Saat itu, agensi Kim Soo-hyun, Gold Medalist, membantah dan menegaskan kabar tersebut tidak benar.

Setelahnya, Kim Sae-ron meninggal pada 16 Februari tahun lalu. Bersama keluarga yang ditinggalkan, Kim Se-eui kemudian melalui siaran dan konferensi pers mengeklaim bahwa almarhumah menjalin hubungan asmara jangka panjang dengan Kim Soo-hyun ketika masih di bawah umur. Ia juga merilis tangkapan layar percakapan pesan, rekaman suara, dan materi terkait kehidupan pribadi. Selain itu, ia menuding penyebab kematian almarhumah dipicu tekanan dari pihak Kim Soo-hyun untuk melunasi utang.

Menanggapi hal tersebut, pada Maret tahun lalu Kim Soo-hyun menggelar konferensi pers dan membantah, "Tidak pernah berpacaran dengan almarhumah saat ia masih di bawah umur." Ia juga menyatakan bahwa sebagian materi yang diajukan pihak keluarga telah direkayasa.

Saat ini, terlepas dari proses pidana yang berjalan, pihak Kim Soo-hyun tetap mempertahankan sikap tegas dengan secara aktif meninjau gugatan perdata termasuk tuntutan ganti rugi dalam jumlah besar. Sementara itu, sidang praperadilan atas penahanan yang diajukan pihak Kim Se-eui dijadwalkan berlangsung pada 2 Juni di Pengadilan Distrik Pusat Seoul.