K-SNAPP

Sengketa hukum Kim Soo-hyun memasuki babak baru… Usai Kim Se-eui ditahan, nilai tuntutan ganti rugi turun 80%

Tuntutan ganti rugi dari pengiklan dipangkas besar-besaran… Sinyal hijau untuk comeback Kim Soo-hyun?

Kim Soo-hyun, Kim Se-eui, pengiklan, ganti rugi, nilai
Kim Soo-hyun [Foto: tvN]

Sengketa hukum seputar aktor Kim Soo-hyun memasuki babak baru. Setelah Kim Se-eui, pimpinan Garosero Research Institute, ditahan atas tuduhan menyebarkan informasi palsu terkait dugaan hubungannya dengan mendiang Kim Sae-ron, pihak pengiklan yang menggugat ganti rugi terhadap Kim Soo-hyun juga memangkas besar-besaran nilai tuntutannya.

Menurut kalangan hukum pada tanggal 9, dalam sidang kedua yang digelar sehari sebelumnya di Divisi Perdata Gabungan ke-45 Pengadilan Distrik Pusat Seoul, pihak merek outdoor menurunkan nilai tuntutan ganti rugi terhadap Kim Soo-hyun dan agensinya Gold Medalist dari sekitar 2,5 miliar won menjadi 400 juta won (masing-masing sekitar Rp29 miliar dan Rp4,6 miliar).

Pihak merek mengajukan gugatan ganti rugi dengan alasan citra merek tercoreng ketika Kim Soo-hyun—model iklan mereka tahun lalu—menjadi sorotan akibat rumor pacaran dengan Kim Sae-ron hingga perdebatan soal tanggung jawab atas kematian. Namun baru-baru ini, setelah Kim Se-eui yang mengembuskan tudingan itu ditahan dan penyelidikan menilai materi yang ia publikasikan telah direkayasa sebagai informasi palsu, arah perkara ini pun berubah.

Disebutkan, pihak merek secara efektif mencabut dasar tuntutan ganti rugi karena kegaduhan publik, dan menyesuaikan gugatan menjadi permintaan pengembalian sisa bayaran model akibat pemutusan kontrak. Sejalan dengan itu, nilai klaim pun turun drastis.

Majelis hakim juga memperjelas sudut pandangnya. Pengadilan menilai baik pengiklan selaku klien, Kim Soo-hyun, maupun agensi semuanya pada sisi besar adalah korban dari kabar bohong yang disebarkan Kim Se-eui. Pengadilan juga dikabarkan menyarankan agar sengketa diselesaikan dengan menarik gugatan, sembari menyinggung bahwa pihak Kim Soo-hyun tengah bernegosiasi lancar dengan pengiklan lain.

Sebelumnya, sejak Maret tahun lalu, Kim Se-eui terus melontarkan dugaan mengenai hubungan antara Kim Soo-hyun dan Kim Sae-ron. Imbasnya, Kim Soo-hyun mengalami pukulan besar dalam kegiatannya, termasuk gangguan pada kontrak iklan dan jadwal perilisan karya utamanya.

Namun otoritas investigasi menilai berkas kunci seperti rekaman suara dan pesan yang dia ajukan telah dimanipulasi secara cermat menggunakan AI, dan menahannya serta mendakwanya atas tuduhan pencemaran nama baik berdasarkan UU Jaringan Informasi dan pelanggaran UU Anti-Stalking.

Sejak penahanan Kim Se-eui, atmosfer di sekitar pihak Kim Soo-hyun perlahan berubah. Setelah nilai klaim gugatan pengiklan dipangkas besar-besaran dan bahkan pengadilan menganjurkan penyelesaian damai, perhatian tertuju pada kemungkinan kembalinya Kim Soo-hyun yang sempat tersendat untuk beberapa waktu.