Persidangan terkait sengketa opsi jual (hak menjual saham) dan pembatalan perjanjian antarpemegang saham antara mantan CEO ADOR Min Hee-jin dan HYBE akan dimulai pada September.
Majelis Perdata 18-3 Pengadilan Tinggi Seoul (hakim banding Jin Hyun-min, Wang Jeong-ok, Park Seon-jun) telah menetapkan sidang pertama tingkat banding pada 18 September. Pada hari yang sama, sidang perkara konfirmasi pembatalan perjanjian antarpemegang saham yang diajukan HYBE terhadap mantan CEO Min juga akan digelar, yang ditangani oleh Majelis Perdata 18-2.
Menurut putusan tingkat pertama, HYBE diperintahkan membayar kepada Min Hee-jin dana opsi jual senilai 25,5 miliar won (sekitar Rp300 miliar). Rekan dekat Min, mantan wakil CEO ADOR bermarga Shin dan mantan direktur bermarga Kim, juga masing-masing harus menerima 1,7 miliar won (sekitar Rp20 miliar) dan 1,4 miliar won (sekitar Rp16,5 miliar).
Gugatan konfirmasi pembatalan perjanjian antarpemegang saham yang diajukan HYBE memang ditolak, namun HYBE tidak menerima putusan tersebut dan mengajukan banding; babak kedua perkara ini akan berlangsung pada September mendatang.
Sementara itu, sejak April 2024, Min dan HYBE berseteru terkait dugaan perebutan kendali perusahaan serta dugaan perlakuan diskriminatif terhadap NewJeans. Pada Agustus tahun yang sama, HYBE melalui laporan tengah tahun menyatakan telah membatalkan perjanjian antarpemegang saham dengan Min. Setelah itu, pada November di tahun yang sama, Min memberi tahu HYBE bahwa ia akan mengeksekusi opsi jual atas saham ADOR, sehingga sengketa hukum pun dimulai.