Komedian Park Na-rae yang menjalani pemeriksaan polisi terkait dugaan yang melibatkan mantan manajernya, dikabarkan mengalami perubahan kondisi dan keseharian belakangan ini.
Youtuber sekaligus mantan jurnalis Lee Jin-ho, melalui video yang baru-baru ini diunggah di kanalnya, membuka dengan mengatakan, "Terakhir kali Park Na-rae terlihat adalah pada 23 Januari, di depan lembaga kursus pembuatan makgeolli." Ia melanjutkan, "Karena saat itu Park Na-rae tengah masa refleksi diri, fakta bahwa ia ‘pergi belajar membuat minuman beralkohol’ saja sudah memicu kontroversi, bahkan sebagian pihak menudingnya sebagai ‘rekayasa awal untuk membangun simpati publik’."
Lee Jin-ho mengatakan, "Pihak Park Na-rae meminta, ‘Tolong jangan diberitakan karena ini hanya kegiatan hobi’, tetapi jawaban yang kembali adalah ‘hak publik untuk tahu’." Ia menambahkan, "Setelah pemberitaan itu, Park Na-rae mengalami guncangan mental yang besar." Menurut orang-orang terdekat, tingkat kecemasannya meningkat sampai-sampai sulit untuk keluar rumah karena stres berat, dan ia mengalami gejala kerontokan rambut hingga rontok segenggam-segenggam.
Lee Jin-ho juga menyinggung latar belakang Park Na-rae mendaftar di kursus masak masakan Korea dan kursus pembuatan makgeolli. Ia berkata, "Dengan kondisi stres yang menumpuk seperti sekarang, jika terus berdiam diri di rumah dikhawatirkan akan timbul masalah yang lebih besar, sehingga orang-orang di sekitarnya membujuknya untuk setidaknya memiliki hobi." Namun, "setelah pemberitaan soal ia tertangkap di kursus makgeolli, Park Na-rae membatalkan semua kelas dan praktis menghentikan seluruh aktivitas luar," tambahnya.
Sementara itu, pada tanggal 20 lalu, Park Na-rae diperiksa sebagai tersangka selama sekitar 7 jam 40 menit di Kantor Polisi Gangnam, Seoul, terkait dugaan penganiayaan berat dan pelanggaran Undang-Undang Pelayanan Medis. Usai pemeriksaan, Park Na-rae mengatakan di hadapan media, "Saya telah menjalani pemeriksaan dengan sungguh-sungguh dan menjawab sesuai fakta. Bagian yang tidak benar akan saya luruskan."