K-SNAPP

Hemat berlebihan itu merepotkan... Jeon Won-ju melanggar aturan 'satu orang satu minuman' di kafe

Respons warganet yang dingin

Jeon Won-ju, kafe, pesanan, minuman, gelas kertas, hemat
Foto: YouTube '전원주인공'

Aktris Jeon Won-ju memicu kontroversi setelah adegan dirinya berbagi satu cangkir kopi dengan menantunya di sebuah kafe terungkap.

Pada 24 Februari, kanal YouTube Jeon Won-ju mengunggah video yang menampilkan dirinya bepergian dengan menantunya. Di kafe yang mereka singgahi setelah makan di luar, Jeon hanya memesan satu minuman. Menantunya mengeluarkan gelas kertas yang sudah disiapkan dari tas untuk membagi minuman itu, membuat kru produksi tak bisa menyembunyikan keterkejutannya dengan berkata, "Baru kali ini melihat orang yang membawa-bawa gelas kertas."

Sang menantu berkata, "Saat kami bertiga—saya, suami, dan ibu—pergi bersama, ibu selalu hanya memesan satu gelas," lalu menambahkan, "Sekarang ini budaya kafe pada dasarnya menerapkan aturan satu orang satu minuman, tapi meski saya minta pesan dua, beliau sama sekali tidak mau berubah." Ia melanjutkan, "Ibu hampir tidak pernah mengeluarkan uang untuk dirinya sendiri," ungkapnya.

Jeon Won-ju menegaskan, "Hemat itu kebiasaan," sambil kembali menyinggung kisah masa lalu ketika ia menerima penghargaan tabungan di Cheong Wa Dae (Kantor Kepresidenan). Ia juga mengungkapkan filosofi hemat khasnya, seperti tagihan gas kota di musim dingin yang hanya keluar 1.370 won (sekitar Rp16 ribu) karena tidak menyalakan boiler, serta cerita menggunakan ulang naskah syuting.

Namun setelah video itu menyebar, jagat maya dipenuhi kritik seperti, "Kafe juga ruang usaha, aturan satu orang satu minuman itu etika dasar", "Merepotkan pelaku usaha kecil", "Uang juga harus dibelanjakan agar berputar", "Itu bukan hemat, tapi bikin repot", dan "Kalau sudah memakai ruang dalam kafe, jangan begitu."

Sementara itu, Jeon Won-ju diketahui memiliki beberapa properti di kawasan seperti Sinchon dan Cheongdam-dong di Seoul, serta kepemilikan saham bernilai puluhan miliar won (setara ratusan miliar rupiah).