K-SNAPP

“Ini yang disebut pernikahan?” Noh Sa-yeon beri pernyataan jujur soal pernikahan 50:50

Ini bukan ikan yang dibelah dua...

Noh Sa-yeon, Ttotto, Kinky, pernikahan 50:50, ekonomi, situasi, realitas
Foto: YouTube '이오오상회'

Penyanyi Noh Sa-yeon mengungkapkan pendapat jujurnya soal budaya pernikahan 50:50 yang belakangan kian meluas.

Dalam web variety yang dirilis pada tanggal 24 lalu, 시엄마들, penari Kinky tampil dan berbincang dengan Noh Sa-yeon serta Ttotto tentang tren pernikahan yang berubah. Kinky membuka pembicaraan, "Belakangan ini makin banyak pasangan memilih pernikahan 50:50, membagi semuanya mulai dari biaya pernikahan, pengasuhan anak, hingga kehidupan sehari-hari."

Mendengar itu, Noh Sa-yeon berkata, "Terus terang aku kurang bisa memahaminya," seraya menunjukkan keterkejutannya. Setelah itu, Ttotto dan Kinky memeragakan lewat situasi peran untuk menjelaskan contoh pembagian hal-hal keseharian seperti biaya upacara, pekerjaan rumah, hingga mengemudi.

Setelah menyaksikan sketsa tersebut, Noh Sa-yeon berpendapat, "Sepertinya pernikahan baru mungkin jika nilai-nilainya sejalan," namun juga mengkhawatirkan bahwa "kalau semuanya terlalu dihitung-hitung, hubungan bisa renggang." Secara khusus ia menambahkan, "Dari sudut pandang anak, bila peran terus dibagi-bagi, itu bisa membingungkan."

Kinky juga menyinggung persoalan realistis. Ia menjelaskan, "Meski awalnya dimulai secara rasional, kerap muncul konflik pada titik 'Apakah sampai yang ini pun harus dibagi?'" Mereka berbagi kegelisahan, misalnya sulit menyeimbangkan bagian yang struktur biayanya berbeda, seperti gaun pengantin dan busana mempelai pria.

Noh Sa-yeon menekankan, "Cinta itu memberi. Saat memberi, itu lebih indah," seraya menambahkan, "Jika terus-menerus dihitung, esensi hubungan bisa kabur."

Kinky menyebut beban ekonomi sebagai latar belakang meluasnya budaya ini. Ia menyoroti perubahan suasana sosial dengan berkata, "Karena persoalan nyata seperti harga rumah, kini banyak situasi di mana pernikahan hanya mungkin jika kedua belah pihak menyatukan tenaga."

Soal video tersebut, di ranah daring muncul beragam pendapat: ada yang berkomentar, "Kalau terlalu hitung-hitungan, sepertinya akan berat," sementara yang lain menilainya sebagai "pilihan yang tak terelakkan secara realistis." Perdebatan seputar pernikahan 50:50 pun terus mengemuka.