Video yang merekam proses keberangkatan Jang Wonyoung, anggota grup IVE, melalui Bandara Internasional Gimpo memicu polemik dan berujung pada pengajuan pengaduan resmi ke Korporasi Bandar Udara Korea.
Pada tanggal 15, seorang warganet mengunggah keluhan di komunitas daring, menyatakan, "Jika ada prosedur keamanan yang benar-benar wajib dijalankan penumpang di bandara, harus ada panduan resmi yang memudahkan siapa pun untuk mengenalinya secara intuitif dan mudah," seraya meminta agar standar verifikasi identitas di Bandara Gimpo diperjelas dan panduan resminya dibuat lebih mudah dipahami.
Pengaduan tersebut diajukan ke Departemen Manajemen Keamanan Operasional Bandara Gimpo dan ke Korporasi Bandar Udara Korea, dan dijadwalkan diproses hingga tanggal 23 mendatang.
Polemik ini bermula ketika video yang menampilkan Jang Wonyoung menyebar luas. Pada 30 bulan lalu, Jang Wonyoung berangkat melalui Bandara Internasional Gimpo, dan saat ia menurunkan maskernya sejenak, sebagian warganet menilai sikapnya tidak tulus. Jang Wonyoung mengangkat topi dan menurunkan masker untuk sesaat sesuai permintaan petugas pemeriksaan, namun dalam proses itu muncul sorotan mengenai sikapnya.
Namun, dalam video dari sudut lain yang kemudian dipublikasikan, terlihat Jang Wonyoung dengan taat bekerja sama dalam prosedur keamanan sehingga polemik pun mereda. Bagian pernyataan "Jang Wonyoung menyerahkan paspornya kepada petugas bandara dengan kedua tangan secara sopan" turut meredakan kontroversi.
Meski begitu, pelapor menekankan, "Standar pemeriksaan keamanan tidak boleh dilonggarkan atau diterapkan secara berbeda hanya karena seseorang adalah politisi, pengusaha, atau selebritas dengan tingkat popularitas tinggi," seraya menyoroti ketidakjelasan aturan keamanan bandara.
Di sisi lain, IVE, grup yang diikuti Jang Wonyoung, merilis album penuh kedua mereka 'REVIVE+' pada Februari lalu.